Selasa, 05 April 2011

Ciri-ciri Manajemen Sumber Daya Manusia Profesional


Ciri-ciri Manajemen Sumber Daya Manusia yang profesional berikut ini bukan hanya dipersyaratkan bagi manajer SDM saja, namun dapat juga dipakai bagi manajer atau manajemen lainnya.
1.      Mengetahui yang diharapkan darinya
Yang pertama-tama menunjukkan seorang manajer adalah manajer profesional atau bukan adalah apakah ia tahu yang diharapkan oleh perusahaan darinya. Bagaimana caranya untuk mengetahui? Tentunya dengna menanyakan kepada calon atasannya diperusahaan tersebut dan lepada seluruh jajaran pimpinan lainnya. Ini yang oleh rekan-rekan kita orang pemasaran disebut “berorientasi pada kebutuhan konsumen”! Seorang manajer sumber daya manusia atau manajer apapun yang merasa dirinya termasuk kategori profesional akan selalu melakukan hal yang sama sebelum menerima sebuah tawaran posisi. Ini adalah salah satu ciri khusus yang membedakan seorang manajer profesional dan yang bukan.
2.      Memiliki kemampuan yang “mumpuni”
Yang harus “diketahui” dan “bisa dilakukan” oleh seseorang yang disebut profesional tentunya harus mencapai tingkatan yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang termasuk kelompok amatir atau yang biasa-biasa saja. Seorang petinju profesional lebih tahu banyak tentang strategi bertinju dan berlaga untuk sepuluh ronde. Seorang petinju amatir hanya berlaga untuk tiga ronde! Dengan kata lain, seorang profesional harus mempunyai kemampuan yang “mumpuni” ada aspek lain yang tidak kalah pentingnya dengan kemampuan, yaitu sikap mental yang akan dijelaskan kemudian.
3.      Mengetahui “harga-nya” sendiri
Seorang manajer profesional sadar betul bahwa “ia” pengetahuannya, dan keahliannya mempunyai “harga” tertentu sesuai dengan harga pasarannya. Seorang manajer profesional akan mencapai suatu tingkatan dimana ia tidak lagi dalam posisi melamar pekerjaan tetapi ia yang akan dilamar. Manajer profesional yang mencapai tingkatan ini akan mengetahui “harga” yang melekat padanya. Ia tidak lagi akan pusing dengan job grade (golongan atau kelas) dari jabatan yang didudukinya tapi yang penting untuknya adalah apakah “rupiah-nya” kompetitif atau tidak. Di Indonesia sudah banyak yang mencapai tingkatan seperti itu.
Persyaratan Kompetensi Manajemen Sumber Daya Manusia Profesional
Profil kompetensi seorang manajer/direktur sumber daya manusia profesional dapat digambarkan dibawah ini. Elemen-elemen kompetensi akan dibagi dalam empat kelompok, yaitu: “Pengetahuan inti” (core knowledges); Pengetahuan ekonomi, Bisnis dan sosial; keterampilan probadi; serta sistem nilai dan sikap. Dalam menjelaskan profil kompetensi ini, penulis menggunakan kode-kode yang dijelaskan dibawah ini sebagai tingkat dari penguasaan pengetahuan dan keterampilan.
A (Apresiasi)     =             mempunyai pengetahuan yang cukup untuk melibatkan diri        dalam percakapan yang “cerdas” sehingga manajer sumber daya manusia tidak dijadikan “kambing congek”.
B (Praktisi)        =            bisa menggunakannya atau melakukannya sebagai bagian dari tugas/pekerjaannya sehari-hari.
C (Expert)          =            mencapai tingkatan ahli! Ia bukan hanya mempraktekkan dalam pekerjaannya tapi juga bisa/mampu mengajar orang lain dan bisa menjadi nara sumber bagi orang lain.

(jurnal-sdm.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar