Selasa, 05 April 2011

Peran Strategik MSDM

Perubahan teknologi yang sangat cepat, memaksa organisasi untuk menyesuaikandiri dengan lingkugnan usahanya. Perubahan tersebut telah menggeser fungsi-fungsimanajeman sumber daya manusia yang selama ini hanya dianggap sebagai kegiatanadministrasi, yang berkaitan dengan perekrutan pegawai staffing ,coordinating yangdilakukan oleh bagian personalia saja.Saat ini manajeman SDM berubah dan fungsi spesialisasi yang berdiri sendirimenjadi fungsi yang terintegrasi dengan seluruh fungsi lainnya di dalam organisasi, untukbersama-sama mencapai sasaran yang sudah ditetapkan serta memiliki fungsiperencanaan yang sangat strategik dalam organisasi, dengan kata lain fungsi SDM lamamenjadi lebih bersifat strategik.
Oleh karenanya manajemen SDM mempunyai kewajiban untuk : memahamiperubahan yang semakin komplek yang selalu terjadi di lingkungan bisnis, harusmengantisipasi perubahan teknologi, dan memahami dimensi internasional yang mulaimemasuki bisnis akibat informasi yang berkembang cepat. Perubahan paradigma darimanajemen SDM tersebut telah memberikan fokus yang berbeda dalam melaksanakanfungsinya di dalam organisasi.
Ada kecenderungan untuk mengakui pentingnya SDM dalam organisasi danpemusatan perhatian pada kontribusi fungsi SDM bagi keberhasilan pencapaian tujuanstrategi perusahaan. Hal ini dapat dilakukan perusahaan dengan mengintegrasikanpembuatan keputusan strateginya dengan fungsi-fungsi SDM maka akan semakin besarkesempatan untuk memperoleh keberhasilan.Tingkat integrasi antara perencanaan strategis dengan fungsi-fungsi SDMterwujud dalam empat macam hubungan :

1. Hubungan Administrasi
Disini manajer puncak dan manajer fungsional yuang lainnya menganggap fungsiSDM relatif tidak penting dan memandang manusia bukan sebagai keterbatasanmaupun aset perusahaan dalam pengambilan keputusan bisnis.
2. Hubungan Satu Arah
Terdapat hubugan skuensial antara perencanaan strategis dengan fungsi-fungsi SDM.Fungsi SDM merancang program dan sistem untuk mendukung tujuan strategisperusahaan. Jadi SDM bereaksdi terhadap inisiatif strategis tetapi tidak memilikipengaruh, karena meskipun sudah dianggap penting namun belum dianggap sebagaimitra bisnis yang strategis.
3. Hubungan Dua Arah
Ditandai dengan hubungan resiprokal dan saling ketergantungan antara perencanaanstrategi dengan SDM. Fungsi SDM dipandang penting dan dapat dipercaya. SDMberperan dalam penentuan arah strategis perusahaan dan sudah dijadikan mitrastrategis.
4. Hubungan Integratif
Ditandaioleh hubungan yang dinamis dan inter aktif antar fungsi-fungsi SDM danperencanaan strategis. Di sini manajer SDM dipandang sebagai sebenar-benarnya mitra bisnis staregis dan dilibatkan dalam keputusan strategis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar