Senin, 07 Mei 2012

BINTANG


Angin cukup kencang sore hari itu, dimana Zaki sedang berada disebuah taman yang indah bersama Diana. Tapi lain dengan suasananya, kegundahan melanda hati Diana saat Zaki mengucapkan kata perpisahan. Berpisah bukan karena Zaki tak cinta lagi, melainkan ia akan pergi jauh dari Diana. Zaki akan pindah bersama orang tuanya ke suatu Negeri entah dunia bagian mana. Ya, dengan terpaksa Zaki harus mengikuti kemauan orang tuanya untuk pindah dan tinggal selama-lamanya di Belanda karena tuntutan pekerjaan. Memang sangat disayangkan jika cinta bertahun-tahun bisa lenyap karena sebuah jarak yang akan memisahkan. Dengan terpaksa Zaki memutuskan hubungan secara sepihak bukan karena sudah tak cinta tetapi Zaki hanya takut jika ia tidak bisa menjaga hubungannya yang akan terpisah oleh dua benua. Long distance relationship memang tidak mudah, hanya di film-film saja mungkin semua bisa berjalan dengan mulus tanpa hambatan. Maka dari itu Zaki memutuskan untuk mengakhiri hubungannya. Ia yakin, jika memang ia dan Diana berjodoh, Tuhan akan mempertemukan mereka kembali.

Beberapa bulan berlalu, Diana dan Zaki masih berhubungan baik lewat jejaring sosial maupun di telepon atau sms. Mereka masih sama-sama saling menyayangi tetapi tetap saja Zaki tidak ingin menyatukan hubungannya lagi. Dia takut semua akan menjadi percuma dan sia-sia. Jalani saja apa yang ada sekarang, Zaki mungkin terlihat egois tapi ini ia lakukan demi kebaikan mereka berdua. Setiap malam mereka selalu chatting dan webcaman hanya untuk bercanda-canda dan menanyakan kabar. Tertawa kecil didepan kamera laptop mungkin sudah menjadi hobi mereka saat ini. tetapi walaupun begitu mereka tetap menikmati kebersamaannya. Pernah suatu hari Zaki berbicara kepada Diana bahwa ia menyuruh Diana untuk segera mencari penggantinya, tapi apa daya Diana masih terlalu sayang dan enggan melepaskan Zaki begitu saja. Diana tetap yakin bahwa suatu saat nanti mereka akan dipertemukan kembali, disuatu hari yang sangat indah seperti dahulu saat mereka bertemu.

“jarak kita memang jauh, tapi coba kamu lihat bintang yang ada dilangit. Disitu ada bintang yang paling terang. Kita masih tetap bisa melihat bintang yang sama kan? Berarti jarak memang tak akan pernah memisahkan kita” begitu kata Zaki

Walau kata-kata itu cukup singkat, tapi itu sudah cukup membuat Diana tenang dan yakin bahwa mereka akan bersatu kembali suatu saat nanti. Setiap malam Zaki atau Diana selalu memandang kelangit hanya untuk melihat bintang. Ya, bintang yang sama. Walaupun mereka memang tidak bisa melihat bintang yang sama bersamaan, karena perbedaan waktu tapi itu sudah cukup untuk mengobati kerinduan yang ada.

Tak terasa 2 tahun berlalu, Diana dan Zaki masih tetap berhubungan, tetapi memang tak sesering dulu. Mungkin dalam seminggu masih bisa dihitung berapa kali Zaki menghubungi Diana atau sebaliknya. Karena mamang mereka berdua telah memasuki semester akhir dan disibukkan oleh penulisan skirpsi. Kini mereka sama-sama sibuk.

Suatu hari, selama 2 bulan mereka benar-benar tidak berhubungan, saat Zaki menghubungi Diana, ternyata Diana sedang sibuk. Saat itu Zaki benar-benar merasa kehilangan.
“dimana Diana yang dulu? Apakah bintang itu memang masih ada? Masih adakah sinarnya? Aku merindukan hal yang dulu, aku sangat merindukan hal yang entah kemana” kata Zaki bertanya-tanya dalam hatinya

Zaki terus mencari tahu dan bertanya-tanya kemana Diana, mengapa kisah mereka tak seindah dulu? Memang Zaki tak berhak akan hal itu, Karena memang Diana bukan siapa-siapanya lagi. Tapi rasa kehilangan itu pasti ada dan rasa sayang itu akan selamanya ada.
 
                Setelah mencari-cari tahu kabar Diana lewat jejaring sosial atau bertanya kepada teman dekat Diana, ternyata Diana sudah memiliki kekasih baru bernama Dion. Dion masih satu kampus dengan Diana tetapi beda jurusan, Diana mahasiswi jurusan sastra inggris dan Dion adalah mahasiswa teknik mesin. Sungguh Zaki sangat kecewa dan menyesal akan hal itu.

Suatu hari Zaki berhasil menghubungi Diana, tetapi Diana malah memberikan kata-kata yang cukup mencengangkan,

“Zaki, aku minta maaf sebelumnya. Aku ga bisa nepatin kalau aku bakal nunggu kamu. Aku udah berusaha buat nunggu. Tapi apa? Aku ga sanggup zak. Itu membuat aku semakin sakit. Setidaknya sekarang aku sudah mendapatkan semua kejelasan dari hubungan kita beberapa tahun ini. sekarang aku Cuma jadi masalalu kamu. Dulu kamu yang nyuruh aku kan cari pengganti kamu? Awalnya aku terpaksa nerima Dion karena aku hanya ingin ngelupain kamu zak, cinta yang ga penah ada kepastiannya, aku jahat zak aku minta maaf” kata Diana sambil menangis lewat telepon

“kamu ga salah ko, aku malah seneng dengernya. Kamu sudah bisa nemuin pengganti aku. Aku harap kamu bisa bahagia ya sama dia. Tapi aku mohon jangan pernah lupain aku, seseorang yang pernah bikin kamu terpuruk dan ga bisa menjaga kejelasan hubungan ini bertahun-tahun. Makasih ya Diana 5 tahun ini kamu sudah bisa memberi warna dihidup aku. Aku selalu sayang sama kamu. sekarang bintang itu udah pergi, udah ga ada lagi. mungkin karena memang dilangit telah terjadi badai, dan badainya itu adalah kesalahan aku” jawab Zaki sambil menahan tangis

Akhirnya cinta mereka benar-benar berakhir, Diana telah bahagia dengan Dion, seseorang yang telah bisa menggantikan posisi Zaki dihatinya. Zaki yang telah memutuskan hubungannya itu menyesal akan apa yang telah ia perbuat. Melepaskan dan membiarkan cinta itu pergi. Sesuatu yang indah itu benar-benar tidak akan kembali lagi.

Jagalah cinta itu jangan sampai keindahannya pergi dan tak akan kembali lagi. Jangan memaksakan kehendak kita bila pada ahkirnya kita harus menyakiti hati orang lain. Pikirkan sesuatu itu secara matang. Sebab sesuatu yang telah pergi tidak akan pernah kembali lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar